N
★ 7
•
2 replies

Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang terbilang masih baru dan berkembang.

N
★ 7

Jika kamu sedang mempelajari Bahasa Indonesia dan sedang mengingat kosakata yang dipunya, kamu pasti pernah berpikir kalau kamu pernah melihat beberapa kata yang mirip dengan bahasa lain, dan kamu merasa familiar dengan kata tersebut. Itu dikarenakan Bahasa Indonesia yang kita kenal sekarang mempunyai banyak kosakata yang tidak murni hanya dikembangkan dari "bahasa lama" ke "bahasa baru", tetapi banyak kata-kata yang merupakan bahasa serapan yang kosakatanya dimodifikasi supaya cocok dengan lidah orang Indonesia.

Kebanyakan bahasa serapan yang kita punya merupakan kata-kata yang berasal dari berbagai negara yang pernah menjajah atau melakukan perdagangan di masa lalu, seperti Belanda, Inggris, Jepang, dan mungkin beberapa negara lain.


Berkembang dan dibentuk Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara Indonesia dimulai sejak masa kemerdekaan (1945~sekarang) dan menurut penulis, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang terbilang masih baru dan berkembang.


Penulis menemukan beberapa kata serapan yang masih ambigu dalam penggunaan sehari-harinya, dan masih belum tercantum penggunaannya di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).


Contoh 1: Alumni dan Alumnus

Alumni-alumnus merupakan bahasa serapan dari Bahasa Latin.

Alumnus berarti 'orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi', sedangkan alumni berarti 'orang-orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi'.


Contoh 2: Kritisi dan Kritikus

Kritisi-kritikus merupakan bahasa serapan dari Bahasa Belanda.

Kritisi berasal dari kata criticie (bentuk jamak) dan kritikus berasal dari kata criticus (tunggal).


Dari dua contoh diatas kita bisa menyimpulkan bahwa kata akhiran -i merupakan bentuk jamak, dan kata akhiran -us merupakan kata bentuk tunggal, persis seperti asal bahasa serapannya. Tetapi ternyata penggunaan ini masih belun ditetapkan secara absolut oleh KBBI. Ada beberapa kasus yang bisa dilihat di penggunaan kata dibawah.


Kasus 1: Politisi dan Politikus

Dalam KBBI daring, kata politisi dan politikus digolongkan sebagai kata benda (nomina). Kata poitisi bermakna dan bersinonim dengan politikus. Sedangkan kata politikus berarti 'ahli politik'. Dalam kesimpulannya, kedua kata ini masih memiliki arti yang sama.


Kasus 2: Musisi dan Musikus

Musisi dalam KBBI daring berarti 'musikus', adapun musikus berarti 'pencipta atau pemain musik'. Dalam kesimpulnnya, kedua kata ini juga merupakan sinonim, dan belum disebutkan mana bentuk jamak maupun tunggalnya.


Diatas merupakan sedikit contoh bahwa bahasa yang biasa kita pakai sehari-hari masih belum sempurna aturannya, dan harus dipertegas lebih lanjut. Kita tahu bahwa dalam penyerapan bahasa, masih banyak kasus mirip yang dapat ditemukan di dalam Bahasa Indonesia yang terbilang masih muda dan berkembang.

★ 24

Terima kasih Noval! :)