Merhaba, Endonezce...
Merhaba, Endonezce bilen var mı? Özneleri asla anlayamıyorum. Bazen ben (saya) olurken bazen aku oluyor. Bazen sen kelimesi için anda bazen kamu bazen mu bazen kalian kullanılıyor. Veya kelimelerin yeri neye göre değişiyor? Hep çok farklı görüyorum.
Saya sering melihat pertanyaan seperti ini dari orang yang berbicara Bahasa Inggris sebagai bahasa ibunya, mereka bingung karena tidak mempunyai variasi yang kita punya untuk merujuk dirinya sendiri.
Secara singkat, Saya adalah cara menyebut dirimu sendiri disaat berbicara formal, dan Aku adalah cara kamu menyebut dirimu sendiri di keadaan sehari-hari (sebagai pilihan).dan merupakan kata yang tidak formal. Dan ada satu kata lagi yang biasa dipakai oleh anak-anak muda memanggil dirinya yang akan saya beri tahu nanti.
Perlu diketahui bahwa negara Indonesia terbentuk dari banyak suku yang dimana di setiap daerah memiliki bahasa unik (bahasa daerah) mereka sendiri, dan Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang dibuat dengan maksud supaya orang-orang yang berbicara bahasa daerah bisa berkomunikasi dengan satu sama lain dengan Bahasa Indonesia. Bahasa formal dan informal diperlukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi orang-orang dan menambahkan nuansa sekaligus ragam ke bahasa tersebut.
Jika kamu merasa kesulitan dalam pemakaiannya, kamu bisa pakai Saya untuk menyebut dirimu sendiri. Saya adalah bentuk universal yang bisa diterima oleh semua orang.
Seperti halnya Saya dan Aku (English; "I") yang merupakan bentuk formal dan informal dalam menyebut dirimu sendiri, ada kata Anda dan Kamu (Englsih; "You") yang merupakan bentuk formal dan informal untuk menyebut lawan bicara kamu. Dibawah saya buat contoh sedikit kata yang bisa berubah dalam kondisinya.
I = Saya (formal dan universal), Aku (informal), Gua (bahasa gaul)
You = Anda (formal dan sopan), Kamu (informal dan universal), Elu (bahasa gaul)
They/them = Mereka ; You (plural) = Kalian
Jenis-jenis diatas dibuat bukan untuk membuat bahasa ini sulit, tapi ini diperlukan (secara minimal) untuk menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang bisa digunakan dalam segala situasi, menambahkan ragam, dan memberikan nuansa ke dalam bahasa ini. Dan kalau melihat kasus lain, masih banyak kata yang terbuat karena kata tersebut diterima oleh banyak orang, bukan ditetapkan dari awal. Bisa dibilang Bahasa Indonesia masih bisa berkembang.
Öncelikle bu kadar uzun ve açıklayıcı cevap verdiğin için gerçekten çok teşekkür ederim. Evet kafam özellikle bu öznelerde oldukça karışıyordu. Bir de mesela to with gibi edatlar sanki sürekli değişiyor. Veya bir cümlenin kuruluş sırası her zaman aynı olmuyor. Bir cümle nasıl kurulur bana anlatabilir misin? Son olarak da he ve she için dia diyor sadece. Bu durumda he mi she mi olduğunu nasıl anlamalıyım? Her, him, us, bu kelimeler de sanki sürekli değişiyor. Bu dille ilgili aslında tek zorlandığım kısım bu. Sanki koşuldan koşula andan ana çok değişiyor. Bir kalıp bulamıyorum. Bu da kelimeleri öğrenmemi ama cümle kuramamamı sağlıyor. Ne tavsiye edersin ?
Hello Bengisu, I'm glad you have many questions. That means you are progressing in learning Indonesian :)
For aku and saya, Noval has explained it good, but if you want to know more you can go to this topic or this one. For preposition, maybe this topic can help a bit, but let me know which one you want to get more explanation. Also for creating sentence, maybe this topic can help. You can also browse content about grammar for Indonesian by going to Grammar & Theory section and use filter in topic about to choose Indonesian.
As for dia (she/he/it), well, there is no way you can tell the gender if you only have one sentence. But usually, in conversation, there is a mention of either name or anything to refer to which "dia" is being discussed. So usually the sentence is like this "I want to be like my mom, because she is clever" or in Indonesian "Saya ingin seperti ibu saya, karena dia pintar". In this situation, we know that 'dia' is a female, a she. To avoid this ambiguity, instead of using 'dia', you can just mention other pronoun like "that man", "that girl", "this table", "my girlfriend", etc.
Him/her - I think what you meant by keep changing is the usage of word 'dia' or '-nya' (?)
These two are interchangeable. Her table can be translated as "meja dia" or "mejanya".
Us - you meant 'kita' and 'kami'?
Imagine you are talking to someone, let's call him Jake.
If you are talking about you, your other friend, AND Jake, then you use 'kita'. Kita means that Jake is included in that circle or 'us'.
If you are talking about you and your other friend, WITHOUT Jake, you use 'kami'. Kami means that Jake is excluded from that circle of 'us'.
Ok, thank you very much. Your answer is beneficial to me. I guess that do practice more and more ı will be better in Indonesian :)